Empat Kampus Jawa Barat Lolos Regional Tengah Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Bawaslu RI
|
Bandung, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Empat perguruan tinggi asal Jawa Barat berhasil melanjutkan perjuangan ke Tahap Regional Tengah dalam Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu (PHP) VI Tahun 2026 yang digelar oleh Bawaslu RI. Keempat perguruan tinggi tersebut yaitu UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Universitas Galuh, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, dan Universitas Padjadjaran.
Capaian tersebut menjadi gambaran tingginya kapasitas akademik mahasiswa Jawa Barat dalam memahami dan mengkaji berbagai persoalan demokrasi, kepemiluan, serta penegakan hukum pemilu. Pada tahap regional yang akan berlangsung pada 22–25 Agustus 2026, keempat tim akan berkompetisi dengan perwakilan perguruan tinggi dari sejumlah provinsi untuk memperebutkan kesempatan tampil di tingkat nasional.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Jawa Barat Syaiful Bachri menyampaikan apresiasi atas keberhasilan empat perguruan tinggi tersebut. Menurutnya, capaian ini menunjukkan besarnya perhatian kalangan akademisi terhadap upaya memperkuat demokrasi dan sistem penegakan hukum pemilu.
“Kami mengucapkan selamat kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Universitas Galuh, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Universitas Padjadjaran yang berhasil melaju ke Tahap Regional Tengah Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Tahun 2026. Semoga seluruh tim dapat mempersiapkan diri dengan baik, menyampaikan gagasan terbaik, dan membawa nama Jawa Barat hingga tingkat nasional,” ujar Syaiful, Minggu (2/8/2026).
Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu merupakan program nasional Bawaslu RI yang bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami isu demokrasi, regulasi kepemiluan, serta mekanisme penegakan hukum pemilu. Melalui ajang ini, mahasiswa didorong untuk menyampaikan pandangan kritis berbasis aturan sekaligus menawarkan solusi terhadap berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pemilu.
Pada pelaksanaan tahun 2026, kompetisi tersebut mencatat jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraannya, dengan melibatkan 409 regu dari 291 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan meningkatnya minat dunia akademik dalam mendukung penguatan demokrasi dan tata kelola pemilu.
Jawa Barat menjadi salah satu daerah dengan keterlibatan aktif dalam kompetisi ini. Dari berbagai perguruan tinggi yang mengikuti tahapan seleksi, empat kampus berhasil lolos dan akan menjadi wakil Jawa Barat pada Tahap Regional Tengah.
Syaiful berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan perguruan tinggi lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan akademik serta memperkuat budaya demokrasi di lingkungan kampus.
“Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang menyampaikan argumentasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah pola pikir kritis, memperdalam pemahaman terhadap regulasi pemilu, dan membangun komitmen dalam menjaga demokrasi yang berintegritas,” jelasnya.
Ia juga mengajak mahasiswa yang belum berhasil melaju ke tahap berikutnya untuk tetap menjadikan pengalaman tersebut sebagai proses pengembangan diri.
“Kepada peserta yang belum berkesempatan melanjutkan ke tahap berikutnya, jangan berhenti berkarya. Jadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran untuk terus meningkatkan kapasitas, memperkuat pemahaman tentang demokrasi dan penegakan hukum pemilu, serta tetap berkontribusi dalam meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia,” pungkas Syaiful.
Sumber: Bawaslu Jabar