Lompat ke isi utama

Berita

Totok Dorong Evaluasi Akar Kerawanan untuk Perkuat IKP Pemilu Mendatang

14

Anggota Bawaslu, Totok Hariyono, saat membuka acara Analisis Akar Permasalahan Pemungutan Suara Ulang pada Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
 

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Anggota Bawaslu Totok Hariyono mendorong agar penyusunan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) mendatang dilakukan dengan mengacu pada evaluasi berbagai persoalan yang terjadi sebelumnya. Menurutnya, pemetaan kerawanan perlu mampu mengidentifikasi akar masalah agar kesalahan yang sama tidak kembali terjadi.

Totok menekankan pentingnya seluruh jajaran Bawaslu menelusuri secara menyeluruh penyebab munculnya berbagai kerawanan. Ia meminta setiap persoalan dikaji berdasarkan faktor yang melatarbelakanginya, baik berkaitan dengan integritas, kapasitas, kepatuhan terhadap aturan, maupun kepentingan tertentu.

“Ayo mari kita reviu, ini problem integritas, problem kebodohan, ketidaktaatan, atau problem kepentingan norma, harus jelas,” tegas Totok saat membuka kegiatan Analisis Akar Permasalahan Pemungutan Suara Ulang pada Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Ia juga menilai perlu dilakukan kajian lebih mendalam terhadap faktor yang menyebabkan terjadinya kerawanan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Forum tersebut diharapkan menjadi ruang bagi jajaran Bawaslu di daerah untuk menyampaikan pengalaman sekaligus mengidentifikasi akar permasalahan yang terjadi di wilayah masing-masing.

Totok menjelaskan, berbagai temuan dari daerah nantinya dapat dihimpun dan dibandingkan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai pola kerawanan. Menurutnya, setiap kasus memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penyebabnya perlu ditelusuri secara spesifik.

“Semua yang sudah datang ke sini akan memberikan roh, karena nanti tinggal dikompilasi setiap daerah itu berapa jumlahnya, lalu akar masalahnya apa. Karena contohnya kasus Sumbar, apakah ini problem ketidaktaatan atau ketidaktahuan?” ujarnya.

Lebih lanjut, Totok menyebut berbagai persoalan yang ditemukan perlu menjadi bahan pembelajaran dan dikaji bersama para ahli. Salah satu aspek yang menurutnya penting untuk mendapat perhatian adalah integritas penyelenggara Pemilu, sehingga langkah pencegahan dapat dirancang secara lebih tepat.

Ia berharap hasil analisis tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai setiap perkara dan menjadi dasar penyusunan IKP yang lebih akurat. Dengan mengetahui wilayah, jenis perkara, serta akar persoalannya, Bawaslu dapat menentukan strategi pencegahan dan pengawasan secara lebih terarah.

“Nanti setiap pokok perkara dimasuki roh-rohnya sehingga IKP nanti seperti yang diharapkan. Demikian juga pada perkara-perkara yang lain,” pungkas Totok.

Sumber: Bawaslu RI