Survei Poltracking Indonesia: Bawaslu Peringkat Ketiga Lembaga dengan Tingkat Kepercayaan dan Kepuasan Publik Tertinggi
|
Depok – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia kembali mencatatkan capaian positif dalam tingkat kepercayaan dan kepuasan publik. Berdasarkan hasil survei Poltracking Indonesia yang dilaksanakan pada 11–17 Mei 2026, Bawaslu menempati peringkat ketiga sebagai lembaga negara dan institusi demokrasi dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi di Indonesia.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, dalam pemaparannya melalui Poltracking TV menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survei tingkat kepercayaan terhadap lembaga negara dan institusi demokrasi, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menempati posisi pertama dengan tingkat kepercayaan sebesar 79,0 persen. Posisi kedua ditempati Presiden dan Wakil Presiden (Lembaga Kepresidenan) dengan 74,5 persen, sedangkan Bawaslu berada di posisi ketiga dengan tingkat kepercayaan sebesar 71,3 persen.
Dari total responden, sebanyak 6,1 persen menyatakan sangat percaya terhadap Bawaslu dan 65,2 persen menyatakan cukup percaya. Sementara itu, responden yang menyatakan kurang percaya tercatat sebesar 18 persen, sedangkan yang menyatakan sangat tidak percaya hanya 1,7 persen.
Selain tingkat kepercayaan, survei tersebut juga mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja lembaga negara dan institusi demokrasi. Hasilnya, TNI kembali menempati posisi pertama dengan tingkat kepuasan sebesar 78,9 persen. Posisi kedua ditempati Presiden dan Wakil Presiden (Lembaga Kepresidenan) dengan 70,7 persen, sedangkan Bawaslu berada di posisi ketiga dengan tingkat kepuasan publik sebesar 70,1 persen.
Adapun responden yang menyatakan sangat puas terhadap kinerja Bawaslu mencapai 4,7 persen, sementara 65,4 persen menyatakan cukup puas. Di sisi lain, sebanyak 19,7 persen responden menyatakan kurang puas dan 1,9 persen menyatakan sangat tidak puas.
Survei Poltracking Indonesia ini melibatkan warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, yakni berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 1.220 orang.
Penulis : M. Yudha Aldino
Editor : Azis Nur Fadillah
Sumber : Poltracking TV