Bawaslu Depok Gandeng IPNU-IPPNU, Ajak Santri Jadi Garda Terdepan Jaga Demokrasi
|
DEPOK – Bawaslu Kota Depok menggelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama bersama Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Depok. Kegiatan bertema "Konsolidasi Demokrasi 'Santri Jaga Demokrasi'" ini berlangsung di Kantor PCNU Kota Depok, Jalan Raya Kalimulya No. 5B, Kecamatan Cilodong, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB itu bertujuan meningkatkan pemahaman kepemiluan di kalangan pelajar dan memperkuat kelembagaan pengawasan pemilu melalui kemitraan dengan organisasi kepemudaan.
Ketua Bawaslu Kota Depok, M. Fathul Arif, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak bisa hanya dibebankan kepada penyelenggara.
"Pengawasan pemilu adalah tanggung jawab bersama. Bawaslu tidak mungkin bekerja sendirian, kami membutuhkan mata dan telinga masyarakat, termasuk para pelajar dan santri.," ujar Fathul dalam sambutannya.
Ia berharap kerja sama dengan IPNU dan IPPNU dapat melahirkan kader-kader pengawas partisipatif yang melek aturan kepemiluan serta mampu menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Ketua PC IPNU Kota Depok, Daffa Nabil Al-Aziz, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, pelajar NU memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal proses demokrasi.
"Kami berterimakasih dipercaya menjadi mitra Bawaslu. Santri tidak boleh apatis terhadap politik; kami ingin hadir sebagai pelajar yang kritis, berintegritas, dan menolak politik uang." kata Daffa.
Dalam sesi sosialisasi, Anggota Bawaslu Kota Depok, Andriansyah, hadir sebagai narasumber. Ia memaparkan peran masyarakat dalam pengawasan pemilu partisipatif, mulai dari pencegahan pelanggaran hingga pelaporan dugaan pelanggaran kepada Bawaslu.
"Pengawasan partisipatif bukan sekadar slogan. Masyarakat, termasuk pelajar, bisa berperan aktif dengan mengenali bentuk pelanggaran, berani melapor, dan menolak politik uang serta hoaks," jelas Andriansyah.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi konsolidasi demokrasi yang dipandu moderator. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan dan gagasan seputar peran pelajar dalam menjaga kualitas demokrasi. Acara diakhiri dengan penandatanganan dokumen kerja sama antara Bawaslu Kota Depok dan PC IPNU-IPPNU Kota Depok, yang diharapkan menjadi landasan program pendidikan pengawasan pemilu secara berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan, kepala sub bagian, dan staf Bawaslu Kota Depok, serta pengurus dan anggota IPNU-IPPNU Kota Depok
Penulis : Ichsan Nusapati
Foto : Matheu Advento (peserta magang dari UBSI)
Editor : Azis Nur Fadillah