Audiensi KOPRI PMII Jabar, Bawaslu Tekankan Isu Pemilu Aman bagi Perempuan
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemilu yang aman, adil, serta inklusif bagi perempuan. Hal ini disampaikan oleh Tenaga Ahli Bawaslu RI, Apriyanti Marwah, dalam pertemuan bersama KOPRI PMII PKC Jawa Barat.
Ia menjelaskan bahwa upaya tersebut dapat diwujudkan melalui kolaborasi, salah satunya dengan KOPRI PMII. Menurutnya, masa di luar tahapan pemilu dapat dimanfaatkan untuk melakukan pencegahan pelanggaran, termasuk dengan melibatkan perempuan dalam berbagai organisasi masyarakat sipil.
Apriyanti juga menyampaikan apresiasinya atas peluang kerja sama ini, yang dinilai sebagai langkah strategis dalam menciptakan pemilu yang aman dan berkeadilan. Ia menilai sinergi tersebut dapat dijalankan secara serentak untuk hasil yang lebih optimal.
Sementara itu, Tenaga Bawaslu, Iji Jaelani, menambahkan bahwa Bawaslu telah menetapkan kebijakan keterwakilan minimal 30 persen perempuan dalam proses rekrutmen pengawas pemilu. Kebijakan ini dianggap sebagai langkah nyata dalam meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengawasan pemilu.
Selain itu, Bawaslu juga melakukan upaya mitigasi dengan memetakan berbagai potensi permasalahan di sejumlah wilayah. Langkah ini dinilai dapat disinergikan dengan KOPRI PMII untuk memperkuat pengawasan.
Ke depan, diharapkan kerja sama antara Bawaslu dan KOPRI PMII mampu memberikan dampak yang lebih luas, khususnya dalam mendorong keterlibatan aktif perempuan dari berbagai elemen masyarakat dalam mengawal jalannya pemilu.
Sumber : Bawaslu RI