Lompat ke isi utama

Berita

Lebih dari Sekadar Lomba, Bawaslu Sebut Kompetisi Debat Pemilu Jadi Wadah Gagasan Ilmiah

22

Anggota Puadi saat memberikan arahan pada Sosialisasi Pelaksanaan Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI di gedung Bawaslu, Senin (22/6/2026).

Jakarta – Anggota Bawaslu, Puadi, menegaskan bahwa Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu tidak boleh dipandang hanya sebagai ajang perebutan juara. Menurutnya, kompetisi ini dirancang sebagai ruang kolaborasi strategis antara Bawaslu dan dunia akademik, sekaligus sarana untuk memperkokoh pendidikan demokrasi di tanah air.

Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum emas untuk menghidupkan kembali diskusi publik mengenai demokrasi, sekaligus menjaring ide-ide segar demi menyempurnakan sistem pemilu masa depan.

"Kompetisi debat ini adalah media sosialisasi kepada publik sekaligus wadah untuk menjaring aspirasi dan pemikiran kreatif mahasiswa. Gagasan mereka nantinya bisa menjadi masukan berharga bagi para pengambil kebijakan," jelas Puadi saat memberikan pengarahan dalam Sosialisasi Pelaksanaan Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI di Gedung Bawaslu, Senin (22/6/2026).

Puadi menguraikan beberapa nilai penting dari kompetisi ini. Selain berfungsi sebagai sarana pendidikan politik dan penguat literasi pemilu, debat ini juga menjadi instrumen edukasi mengenai pencegahan serta penanganan pelanggaran pemilu. Di sisi lain, ajang ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyalurkan kontribusi intelektual mereka.

Ia berharap ide-ide akademis dan ilmiah yang muncul selama kompetisi dapat memberikan sumbangsih nyata dalam penyusunan kebijakan pengawasan pemilu yang lebih berkualitas.

"Lewat kompetisi ini, kami berharap tercipta kolaborasi yang erat antara Bawaslu dan kampus. Kami ingin mendorong Bawaslu tumbuh menjadi lembaga pembelajaran (learning institution) yang selalu terbuka terhadap pemikiran-pemikiran akademis," tambah Puadi.

Lebih lanjut, ia menginstruksikan seluruh jajaran Bawaslu di tingkat provinsi untuk aktif menyosialisasikan agenda ini ke perguruan tinggi di daerah masing-masing. Langkah ini penting untuk mendorong partisipasi mahasiswa secara luas, merata, dan inklusif, sekaligus menjamin kualitas perwakilan daerah dalam kompetisi tersebut.

Sebagai penutup, Puadi menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang menyukseskan sosialisasi ini. Ia berharap persiapan berjalan matang demi kelancaran Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI yang digelar pada tahun 2026 ini.

Sumber: Bawaslu RI