Lompat ke isi utama

Berita

Tak Sekadar Mengawasi Pemilu, Bawaslu Jabar Dorong Aparatur Tetap Sehat

234

Perwakilan Lembaga Kanker Indonesia memberikan edukasi mengenai faktor risiko, gejala awal, serta langkah-langkah pencegahan kanker di Kantor Bawaslu Provinsi Jawa Barat.

Bandung — Bawaslu Provinsi Jawa Barat tidak hanya berfokus pada tugas pengawasan pemilu. Di luar pelaksanaan fungsi tersebut, lembaga ini juga memberikan perhatian terhadap kesehatan aparatur melalui Program Rabu Sehati sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan mendukung kualitas pelayanan publik.

Perhatian terhadap kesehatan menjadi penting mengingat aparatur penyelenggara pemilu memiliki beban kerja yang dinamis dan dituntut selalu siap menjalankan tugas dalam berbagai situasi. Kondisi kesehatan yang baik, baik secara fisik maupun mental, menjadi salah satu penunjang agar tugas pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Zacky Muhammad Zam Zam, menyampaikan bahwa menjaga kesehatan aparatur merupakan bagian dari upaya membangun kualitas pelayanan. Menurutnya, kesiapan penyelenggara tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan tugas, tetapi juga harus didukung oleh kondisi kesehatan yang memadai.

“Penyelenggara pemilu dituntut siap dalam situasi dan kondisi apa pun. Karena itu, pengetahuan mengenai pencegahan penyakit menjadi bekal penting bagi seluruh aparatur,” ujar Zacky.

Melalui Program Rabu Sehati, Bawaslu Jawa Barat menghadirkan Lembaga Kanker Indonesia untuk memberikan sosialisasi mengenai pencegahan dan deteksi dini kanker. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Rabu (5/8/2026), membahas berbagai hal, mulai dari faktor risiko, tanda-tanda awal kanker, hingga pentingnya menerapkan pola hidup sehat.

Narasumber dari Lembaga Kanker Indonesia, Luthfi Zati Bayani, menjelaskan bahwa sejumlah kasus kanker baru teridentifikasi ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut. Salah satu penyebabnya adalah gejala awal yang kerap dianggap sepele. Padahal, pemeriksaan dan deteksi sejak dini dapat membuka peluang penanganan yang lebih baik.

Luthfi juga menjelaskan bahwa risiko kanker dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya faktor keturunan, paparan asap rokok, kebiasaan mengonsumsi makanan yang kurang sehat, serta minimnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Menurutnya, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan masih menjadi tantangan. Tidak sedikit orang yang baru mendatangi fasilitas kesehatan setelah mengalami keluhan. Padahal, pemeriksaan secara berkala dapat membantu menemukan potensi masalah kesehatan lebih awal.

Bawaslu Jawa Barat berencana menjadikan edukasi kesehatan sebagai bagian dari pembinaan aparatur secara berkelanjutan. Melalui Program Rabu Sehati, aparatur diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sekaligus mampu membangun budaya kerja yang produktif dan berkelanjutan.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi aparatur di lingkungan Bawaslu, tetapi juga dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, mengenali faktor risiko penyakit, dan tidak menunda pemeriksaan kesehatan ketika diperlukan.

Sumber: Bawaslu jabar 

Tag
BawasluJawaBarat
ProgramRabuSehati
KesehatanAparatur
BudayaKerjaSehat
DeteksiDiniKanker
LembagaKankerIndonesia
EdukasiKesehatan
PengawasanPemilu
PelayananPublik
SDMBawaslu
BawasluRI