Sosialisasi Tak Berhenti di Ruang Pertemuan, Warga Disiapkan Lebih Jauh
|
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, mendorong agar sosialisasi pengawasan pemilu ditingkatkan formatnya menjadi pelatihan bersertifikat. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat terkait tata cara pengawasan dan pelaporan pelanggaran, sekaligus menjadi bekal jika mereka berminat mendaftar sebagai pengawas di tingkat desa, TPS, maupun kecamatan pada Pemilu 2029.
Inisiatif ini bertujuan menggeser peran masyarakat dari sekadar penerima informasi menjadi pelaku aktif yang berkapasitas mengawal pemilu. Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja menggarisbawahi bahwa keterlibatan publik harus bermula dari pemahaman mendasar mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai pemilih. Mengingat populasi pemilih di Jawa Barat mencapai 37,7 juta jiwa, Bawaslu Jabar—yang sebelumnya telah menggaet puluhan ribu peserta dari ratusan komunitas pada Pemilu 2024—terus berupaya memastikan pendidikan politik ini bertransformasi menjadi keahlian nyata yang dapat dipraktikkan langsung oleh warga.
Sumber : bawaslu jabar