Lompat ke isi utama

Berita

Sekjen Bawaslu Tekankan Kompetensi Pegawai ketimbang Pangkat demi Hadapi Pemilu 2029

11

Tangkapan layar kegiatan Penguatan Kapasitas Kesekretariatan Bawaslu Tahun 2026 Gelombang I secara daring, Kamis (18/6/2026).

Jakarta – Sekretaris Jenderal Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, menyoroti pentingnya penguatan kapasitas kesekretariatan sebagai modal utama kesiapan lembaga dalam menyongsong tahapan Pemilu 2029. Ia menilai periode jeda pemilu saat ini menjadi momentum emas untuk mengasah keahlian, kedisiplinan, serta manajemen dukungan sekretariat di setiap level.

"Pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan ruang untuk menyegarkan kembali ingatan kolektif kita agar kinerja kesekretariatan bisa berjalan lebih optimal," kata Ferdinand saat membuka acara Penguatan Kapasitas Kesekretariatan Bawaslu Tahun 2026 Gelombang I secara virtual, Kamis (18/6/2026).

Pria bergelar Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia ini mengungkapkan bahwa Bawaslu sedang gencar melakukan penataan internal, baik untuk posisi struktural maupun fungsional. Dari total sekitar 1.300 posisi yang tersedia, setidaknya masih ada 200 jabatan yang lowong.

Di samping itu, Bawaslu tengah menanti hasil evaluasi dan restu agar 253 wilayah kabupaten/kota bisa beralih status menjadi satuan kerja resmi. Oleh karena itu, Ferdinand menggarisbawahi bahwa pengisian jabatan ke depan tidak boleh lagi terpaku pada urusan senioritas atau kepangkatan semata.

Menurutnya, Bawaslu membutuhkan SDM yang tidak sekadar lolos syarat administratif, melainkan paham regulasi, andal secara teknis, dan profesional dalam mengemban amanah lembaga.

"Kita tidak boleh lagi hanya melihat apakah pangkat seseorang sudah cukup atau belum. Fokus ke depan adalah mengukur kompetensi dan kesiapan nyata personel dalam menuntaskan tugasnya," ucap Ferdinand tegas.

Senada dengan hal itu, Kepala Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan Bawaslu, Roy Siagian, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata pelaksanaan amanah UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang peningkatan kualitas ASN. Pelatihan ini menjadi modal penting bagi staf di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota dalam memperkuat fondasi lembaga menuju Pemilu 2029.

"Meskipun sedang tidak ada tahapan pemilu yang berjalan, waktu sekarang sangat pas untuk melakukan konsolidasi, evaluasi, serta pembenahan internal," tutur pria asal Medan tersebut.

Sebagai informasi, program ini diikuti oleh 1.681 PNS Bawaslu Angkatan 6 yang dibagi ke dalam tiga gelombang pelatihan:

  • Gelombang I: 18 – 24 Juni 2026
  • Gelombang II: 25 Juni – 1 Juli 2026
  • Gelombang III: 2 – 8 Juli 2026

Melalui pelatihan intensif ini, seluruh peserta diharapkan mampu mendalami tugas organisasi, meningkatkan keahlian teknis, serta membangun rasa tanggung jawab demi mewujudkan pengawasan pemilu yang profesional, akuntabel, dan tepercaya di mata masyarakat.

Sumber: Bawaslu RI