Rahmat Bagja Dorong Demokrasi Ramah Lingkungan sebagai Bagian dari Penguatan Demokrasi Indonesia
|
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Ketua Bawaslu Rahmat Bagja menegaskan bahwa penguatan demokrasi harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Menurutnya, konsep Demokrasi Ramah Lingkungan perlu terus diperkuat dan menjadi kesadaran bersama, baik bagi masyarakat maupun penyelenggara pemilu.
Bagja menjelaskan, demokrasi yang berkualitas tidak hanya diukur dari proses politik yang berlangsung secara adil, terbuka, dan transparan, tetapi juga dari komitmen seluruh pihak dalam menjaga lingkungan pada setiap aktivitas demokrasi.
“Demokrasi yang kuat bukan hanya tentang bagaimana proses politik berjalan secara adil dan transparan, tetapi juga bagaimana kita menjaga kelestarian lingkungan dalam setiap tahapan dan kegiatan. Penguatan nilai demokrasi harus selaras dengan kepedulian terhadap alam,” ujar Bagja saat membuka kegiatan jalan sehat dalam rangka program Jumat Sehari dan Jumat Berlian di Jakarta, Minggu (2/8/2026).
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif memiliki peran penting untuk menciptakan iklim politik yang bersih dan berintegritas. Karena itu, masyarakat juga diajak untuk menjaga lingkungan dalam setiap momentum demokrasi.
Menurut Bagja, Bawaslu terus berupaya memastikan kualitas pengawasan dan partisipasi publik dalam mengawal demokrasi semakin meningkat, tanpa mengesampingkan tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Prioritas kita adalah menjaga kualitas pengawasan serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam demokrasi, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan sekitar,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu berharap nilai-nilai demokrasi yang berwawasan lingkungan dapat semakin dikenal dan diterapkan oleh masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajakan bagi publik untuk berperan aktif dalam mengawasi penyelenggaraan demokrasi sekaligus menjaga lingkungan demi keberlanjutan bersama.
Sumber: Bawaslu RI