Lompat ke isi utama

Berita

Puadi Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Memperkuat Pengawasan Digital

123

Anggota Bawaslu Puadi saat membuka Bawaslu Campus Connect bertema Generasi Digital, Demokrasi Transparan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (7/8/2026).

Banjarmasin, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Puadi menilai pengawasan pemilu di tengah perkembangan teknologi digital perlu diikuti dengan perubahan pendekatan serta keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, teknologi telah mengubah pola masyarakat dalam mendapatkan informasi, berkomunikasi, membentuk opini, hingga berpartisipasi dalam proses demokrasi.

Hal tersebut disampaikan Puadi dalam kegiatan Bawaslu Campus Connect bertema “Generasi Digital, Demokrasi Transparan” di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (7/8/2026). Ia mengatakan perkembangan ruang digital menjadi tantangan baru bagi Bawaslu sekaligus bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia.

Puadi menjelaskan, meningkatnya aktivitas politik di ruang digital membuat sistem pengawasan perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pemanfaatan data, sistem digital, analisis risiko, serta penguatan pengawasan partisipatif dinilai penting untuk menghadapi berbagai dinamika yang muncul di ruang siber.

Menurutnya, ruang digital kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem demokrasi. Jika sebelumnya informasi politik banyak disampaikan melalui pertemuan langsung, media cetak, televisi, dan ruang publik konvensional, saat ini informasi dapat disebarkan secara cepat melalui berbagai platform digital.

Ia menambahkan, perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi juga berlangsung semakin cepat. Media sosial, khususnya, telah menjadi salah satu sumber utama bagi generasi muda untuk memperoleh informasi mengenai isu publik, sosial, dan politik.

Puadi menilai luasnya ruang digital dan cepatnya arus informasi membuat Bawaslu tidak dapat menjalankan pengawasan secara sendiri. Banyaknya platform serta kompleksitas aktivitas di dunia maya membutuhkan kerja sama dari berbagai unsur masyarakat.

Karena itu, Bawaslu terus mendorong pengawasan partisipatif dengan melibatkan mahasiswa, komunitas digital, akademisi, media massa, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pengawasan sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali informasi yang berpotensi mengganggu kualitas demokrasi.

Puadi menegaskan bahwa masyarakat memiliki posisi penting dalam mendukung pengawasan digital. Dengan bekal literasi, kepedulian, dan keberanian untuk berpartisipasi, masyarakat dapat menjadi bagian dari kekuatan bersama dalam mengawasi proses demokrasi di ruang digital.

Sumber : Bawaslu RI

Tag
Puadi
Bawaslu Kampus Connect