Lompat ke isi utama

Berita

Lolly Ajak Masyarakat Perkuat Pengawasan Demokrasi pada Masa Nontahapan

123

Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty, saat mengunjungi desa antipolitik uang, Desa Sigedang, Selasa (4/8/2026).

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Lolly Suhenty mengajak masyarakat untuk terus berperan dalam menjaga kualitas demokrasi, termasuk ketika pemilu sedang berada di luar tahapan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dapat diperkuat melalui pengawasan partisipatif dan kerja bersama untuk membangun kesadaran demokrasi di lingkungan masing-masing.

Lolly menyampaikan bahwa menjaga demokrasi membutuhkan pengetahuan, konsistensi, serta kesabaran dari masyarakat. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai hak dan kewajiban dalam kehidupan demokratis agar mampu membedakan tindakan yang sesuai dengan prinsip demokrasi dan yang berpotensi merusaknya.

Hal tersebut disampaikan Lolly saat memberikan arahan di Kantor Desa Sigedang, Selasa (4/8/2026). Ia menilai kemampuan masyarakat dalam memahami aturan dan berpartisipasi secara bertanggung jawab menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan demokrasi.

Lolly menegaskan bahwa tanggung jawab Bawaslu tidak berhenti ketika tahapan pemilu selesai. Pada masa nontahapan, Bawaslu tetap memiliki peran dalam memberikan edukasi, membangun pemahaman yang positif mengenai demokrasi, serta mendorong masyarakat agar turut menjaga proses demokrasi.

Ia berharap jajaran Bawaslu dapat terus menyediakan ruang dialog dan kolaborasi bersama masyarakat. Selain itu, praktik demokrasi yang berkembang di berbagai daerah perlu dipelajari dan dianalisis sebagai bahan untuk memperkuat strategi pencegahan dan pengawasan pada pemilu serta pilkada berikutnya.

Dalam kunjungannya, Lolly menilai Desa Sigedang, Wonosobo, memiliki praktik positif dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal sosial yang penting karena masyarakat tidak hanya memiliki pemahaman politik, tetapi juga menunjukkan kepedulian untuk menjaga proses demokrasi di lingkungannya.

Namun, Lolly mengingatkan agar kondisi tersebut tetap dipelihara dan tidak terpengaruh oleh praktik politik uang. Ia menilai potensi kerawanan perlu dikenali sejak awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum persoalan berkembang dan merusak praktik demokrasi yang telah dibangun.

Lolly menegaskan bahwa politik uang memiliki dampak yang besar terhadap kualitas demokrasi. Karena itu, masyarakat dan jajaran pengawas pemilu perlu meningkatkan kewaspadaan serta bersama-sama menjaga lingkungan demokrasi agar tetap sehat, berintegritas, dan bebas dari praktik yang dapat merusak proses pemilu.

Sumber : Bawaslu RI