Puadi Dorong Kampus Perkuat Daya Kritis dan Integritas Informasi di Era Digital
|
Kendari, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Puadi menilai perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam menjaga kebebasan akademik dan membangun daya kritis masyarakat di tengah derasnya perkembangan informasi digital. Menurutnya, pengawasan Pemilu membutuhkan dukungan lingkungan akademik yang berlandaskan pengetahuan dan kajian ilmiah.
Hal tersebut disampaikan Puadi secara daring saat membuka kegiatan Bawaslu Campus Connect bertajuk “Generasi Digital, Demokrasi Transparan” di Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Rabu (19/8/2026).
Puadi mengatakan demokrasi yang berkualitas tidak hanya bergantung pada keberadaan regulasi dan lembaga negara. Pengetahuan, kebebasan akademik, serta kemampuan berpikir kritis juga menjadi unsur penting dalam membangun kehidupan demokrasi.
“Demokrasi yang sehat tidak cukup hanya ditopang oleh regulasi dan institusi semata, melainkan membutuhkan pengetahuan, daya kritis, serta kebebasan akademik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Puadi turut menjelaskan perubahan pola pengawasan Bawaslu seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan berbagai platform digital. Ia menegaskan bahwa transformasi digital Bawaslu tidak sebatas menghadirkan aplikasi atau sistem teknologi baru, tetapi diarahkan untuk mengembangkan metode pengawasan yang lebih preventif.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi memungkinkan pengawasan dilakukan dengan mengidentifikasi potensi kerawanan sejak dini, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum pelanggaran benar-benar terjadi.
“Dengan teknologi, pengawasan harus bergerak dari sekadar menunggu pelanggaran terjadi menuju kemampuan membaca potensi risiko sebelum pelanggaran itu benar-benar terjadi,” jelas Puadi.
Puadi juga mengajak mahasiswa untuk mengambil peran dalam menjaga kualitas informasi politik di ruang publik. Sebagai generasi yang dekat dengan teknologi digital, mahasiswa dinilai memiliki tanggung jawab untuk tidak sekadar menjadi pengguna informasi, tetapi juga mampu menilai dan memverifikasi kebenarannya.
“Jangan jadi generasi yang paling cepat menerima informasi, tetapi jadilah generasi yang paling kritis dalam memverifikasi kebenaran informasi tersebut,” pesannya.
Melalui Bawaslu Campus Connect, Bawaslu berharap kerja sama dengan Universitas Halu Oleo dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan, seperti riset kepemiluan, kajian kebijakan, hingga pemetaan risiko dalam pemanfaatan teknologi untuk pengawasan.
Kolaborasi dengan lingkungan akademik tersebut menjadi bagian dari komitmen Bawaslu untuk memperkuat pengawasan Pemilu yang transparan, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi digital.
Sumber: Bawaslu RI