Ngabuburit Pengawasan, Herwyn Dorong Penguatan SDM di Masa Nontahapan
|
Jakarta – Anggota Bawaslu, Herwyn JH Malonda, menekankan bahwa masa nontahapan pemilu merupakan momentum penting bagi kelembagaan untuk melakukan refleksi. Periode ini dimanfaatkan untuk membenahi tata kelola, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta memperkuat integritas dan etika dalam pengawasan.
Dalam Kultum “Ngabuburit Pengawasan” bertema refleksi SDM pengawas pemilu yang disiarkan melalui kanal YouTube Bawaslu pada Kamis (26/2/2026), Herwyn menyampaikan tiga aspek utama yang perlu menjadi perhatian. Pertama, integritas, yakni bekerja secara jujur meskipun tanpa pengawasan. Kedua, profesionalitas, yaitu meningkatkan kompetensi selama masa nontahapan. Ketiga, akuntabilitas, di mana setiap kebijakan, sikap, dan keputusan harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, etik, dan moral.
Ia juga mengingatkan bahwa berbagai pelanggaran etik yang terjadi tidak selalu disebabkan oleh niat buruk, tetapi sering kali berawal dari kelalaian prosedur, kurangnya ketelitian, komunikasi yang tidak netral, hingga konflik kepentingan yang tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, masa nontahapan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk mengevaluasi dan menyempurnakan SOP serta tata kerja, sekaligus memperdalam pemahaman etik seluruh jajaran.
Herwyn menegaskan bahwa pembinaan dilakukan bukan untuk menghukum, melainkan sebagai upaya pencegahan agar kesalahan yang sama tidak terulang pada saat tahapan pemilu berlangsung. Ia juga mengaitkan nilai kejujuran dalam ibadah puasa dengan pengawasan, di mana tidak semua tindakan dapat terlihat oleh publik.
Lebih lanjut, ia menyebut kegiatan ngabuburit di masa nontahapan menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat komitmen, dan menumbuhkan budaya etik yang solid. Hal tersebut penting sebagai persiapan menghadapi tahapan Pemilu 2029 mendatang.
Melalui refleksi ini, Herwyn berharap seluruh jajaran menyadari bahwa masa nontahapan bukanlah waktu untuk beristirahat dari integritas, melainkan fase persiapan dalam menjaga demokrasi agar berjalan lebih bermartabat di masa depan.
Sumber : Bawaslu RI