Lompat ke isi utama

Berita

Lolly Suhenty: Kerja Sama Bawaslu dan Dukcapil Perkuat Validasi Data Pemilih Menuju Pemilu 2029

15

Anggota Bawsslu Lolly Suhenty memberikan sambutan dalam penandatanganan kerja sama Bawaslu dan Dukcapil di Jakarta, Jumat (31/7/2026).


 

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Anggota Bawaslu Lolly Suhenty mengapresiasi penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bawaslu dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri terkait pemberian hak akses data kependudukan. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas dan akurasi data Bawaslu dalam menghadapi Pemilu 2029.

Lolly menyampaikan, Bawaslu membutuhkan data kependudukan yang valid dan dapat diuji kebenarannya sebagai bagian dari proses pengawasan pemutakhiran data pemilih. Dengan adanya akses melalui layanan web service, web portal, serta mekanisme pengecekan digital, Bawaslu akan semakin mudah melakukan proses verifikasi terhadap data yang diperlukan.

“Dari sisi kerja pengawasan, kerja sama ini sangat membantu dan memberikan kemudahan. Ini menjadi pintu masuk bagi Bawaslu untuk melakukan verifikasi terhadap data yang dikelola KPU agar tingkat akurasinya dapat dipastikan,” ujar Lolly saat memberikan sambutan di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Ia mengungkapkan, selama ini masih terdapat anggapan publik yang mempersoalkan akurasi Daftar Pemilih Tetap (DPT), bahkan kerap dipelesetkan sebagai “Daftar Permasalahan Tetap”. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan pentingnya penguatan validasi data pemilih agar kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu semakin meningkat.

Lolly menilai kerja sama antara Bawaslu dan Dukcapil dapat menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki kualitas data pemilih. Dengan komunikasi yang baik serta koordinasi yang semakin erat antarlembaga, ia berharap daftar pemilih ke depan dapat tersusun secara lebih jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Bagi Bawaslu, kerja sama seperti ini penting karena dibangun dengan tim yang saling terhubung, memiliki komunikasi yang baik, dan koordinasi yang kuat. Mudah-mudahan ke depan daftar pemilih kita semakin jelas dan akurat,” katanya.

Lebih lanjut, Lolly menjelaskan bahwa data tidak sekadar berupa angka, melainkan memiliki nilai penting ketika dikaitkan dengan profesionalitas penyelenggaraan pemilu dan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

Ia menegaskan, apabila data yang dimiliki Bawaslu dilengkapi dengan bukti pendukung yang kuat, maka proses tindak lanjut pengawasan dapat dilakukan secara lebih efektif. Karena itu, ia berharap kerja sama tersebut dapat diterapkan secara luas oleh jajaran Bawaslu di daerah bersama Dukcapil setempat.

“Ketika data Bawaslu memiliki alat bukti yang jelas, maka tindak lanjut dapat segera dilakukan. Ini yang akan kita kawal bersama. Harapannya, PKS ini juga dapat diikuti oleh jajaran Bawaslu di daerah dengan Dukcapil di wilayah masing-masing,” pungkas Lolly.

Sumber: Bawaslu RI