Lompat ke isi utama

Berita

Lolly Soroti Pentingnya Kesalehan Sosial untuk Memperkuat Demokrasi

aedva

Anggota Bawaslu Lolly Suhenty dalam Kultum Ngabuburit Pengawasan bertema Refleksi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat & Hubungan Masyarakat yang ditayangkan melalui kanal YouTube Bawaslu, Senin (2/3/2026).

Jakarta – Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty, menegaskan bahwa penguatan demokrasi tidak hanya bertumpu pada aspek teknis, tetapi juga pada nilai-nilai moral, khususnya melalui transformasi kesalehan personal menjadi kesalehan sosial. Ia menilai, meskipun tahapan pemilu telah selesai, nilai tersebut tetap penting dalam menjaga kualitas pengawasan serta mendorong partisipasi masyarakat.

Dalam Kultum “Ngabuburit Pengawasan” bertema refleksi pencegahan, partisipasi masyarakat, dan hubungan masyarakat yang disiarkan melalui kanal YouTube Bawaslu pada Senin (2/3/2026), Lolly menyampaikan bahwa Ramadan bukan sekadar ibadah individu, melainkan juga sarana pembentukan karakter sosial dan integritas. Ia menjelaskan bahwa integritas pribadi akan berkembang menjadi kesalehan sosial yang memberi dampak luas bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tantangan pengawasan pemilu ke depan semakin kompleks, terutama di tengah dinamika politik dan keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, diperlukan keteguhan moral untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus meningkatkan literasi politik masyarakat.

Menurutnya, pendidikan politik memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran dan partisipasi publik dalam pengawasan. Dengan landasan moral yang kuat, masyarakat diharapkan lebih aktif dan peduli terhadap proses demokrasi.

Sebagai Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu, Lolly juga menekankan pentingnya menjaga kedekatan dengan masyarakat. Ia menilai, dari interaksi sosial tersebut akan lahir berbagai inovasi dalam pengawasan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Menutup penyampaiannya, Lolly mengajak untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai sarana memperkuat integritas dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut diyakini menjadi investasi penting dalam mewujudkan pemilu yang lebih bermartabat di masa mendatang.

Sumber : Bawaslu RI