Lompat ke isi utama

Berita

La Bayoni: Pengawasan Pemilu adalah Amanah Demokrasi

...

Deputi Bidang Administratif Bawaslu La Bayoni dalam Kultum Ngabuburit Pengawasan yang diselenggarakan secara daring, Rabu (11/3/2026).

Jakarta – Deputi Bidang Administratif Badan Pengawas Pemilihan Umum, La Bayoni, menegaskan bahwa tugas pengawasan pemilu merupakan amanah demokrasi yang harus dijalankan dengan integritas, akuntabilitas, dan tanggung jawab. Ia menyebut Bawaslu memiliki mandat konstitusional untuk memastikan setiap tahapan pemilu dan pemilihan berlangsung secara jujur dan adil.

Hal tersebut disampaikan dalam kuliah Ramadan bertema “Tata Kelola dan Akuntabilitas Kelembagaan dalam Perspektif Ramadan” pada kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang digelar secara daring, Rabu (11/3/2026). Ia menekankan bahwa setiap keputusan, rekomendasi, dan sikap pengawas pemilu harus dapat dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada pimpinan dan masyarakat, tetapi juga secara moral dan spiritual.

Menurutnya, tata kelola kelembagaan yang baik menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas pengawasan pemilu. Prinsip tersebut mencakup transparansi dalam proses dan pengambilan keputusan, akuntabilitas dalam penggunaan anggaran dan kewenangan, efektivitas serta efisiensi program, serta kepatuhan terhadap hukum dan kode etik.

Dalam praktiknya, nilai-nilai tersebut tercermin melalui penanganan laporan masyarakat secara profesional, penyusunan rekomendasi berbasis fakta dan regulasi, serta pelaksanaan pengawasan yang bebas dari kepentingan pribadi maupun kelompok.

La Bayoni juga menilai Ramadan sebagai momentum penting untuk memperkuat integritas. Ia menyebut nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, dan pengendalian diri yang diajarkan selama Ramadan sangat relevan dengan tugas pengawasan, terutama saat menghadapi berbagai tekanan dan kepentingan.

Ia menegaskan bahwa jabatan di Bawaslu bukanlah simbol kekuasaan, melainkan amanah besar untuk menjaga keadilan dan integritas demokrasi. Selain itu, ia juga menyoroti perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya ekspektasi publik, yang menuntut Bawaslu untuk terus memperkuat tata kelola serta menjaga integritas seluruh jajaran, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Melalui momentum Ramadan, ia berharap seluruh jajaran Bawaslu semakin memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian demi menjaga kualitas demokrasi di Indonesia, sekaligus mendorong terwujudnya lembaga yang kredibel, transparan, dan berdaya guna.

Sumber : Bawaslu RI