Lompat ke isi utama

Berita

Herwyn Malonda: Jaga Kepercayaan Publik, Bawaslu Harus Sehat, Berintegritas, dan Ramah Lingkungan

22

Anggota Bawaslu Herwyn J.H. Malonda dalam Rapat Koordinasi Jumat Sehati dan Jumpa Berlian melalui daring, Rabu (1/7/2026).

JAKARTA – Anggota Bawaslu, Herwyn J.H. Malonda, menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Bawaslu tidak melulu ditentukan oleh kualitas pengawasan di lapangan. Fondasi utama untuk menjaga reputasi lembaga justru terletak pada pembentukan budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi daring terkait program "Jumat Sehati" dan "Jumpa Berlian" pada Rabu (1/7/2026). Menurut Herwyn, cara kerja harian dan interaksi pegawai terhadap lingkungan kantor memegang peranan penting dalam membangun citra lembaga di mata publik.

Sebagai langkah konkret, Bawaslu mengandalkan program "Jumat Sehati" dan "Jumpa Berlian" untuk membina sumber daya manusia (SDM) serta memperkuat budaya organisasi. Program ini dirancang untuk menciptakan aparatur Bawaslu yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual, sekaligus mampu menjaga keseimbangan antara urusan pekerjaan dan keluarga.

Selain itu, "Jumpa Berlian" difungsikan sebagai wadah diskusi, sarana berbagi pengalaman, ruang evaluasi kerja, serta tempat untuk memperkuat nilai-nilai integritas organisasi. Herwyn pun menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengevaluasi efektivitas kedua program ini agar tetap selaras dengan tujuan awal kelembagaan.

Dalam kesempatan yang sama, Herwyn juga mengajak seluruh staf Bawaslu untuk mulai menerapkan konsep Green Office (Kantor Hijau). Ia meluruskan bahwa konsep ini bukan sekadar tentang mendirikan bangunan fisik yang ramah lingkungan, melainkan berfokus pada perubahan perilaku setiap individu.

“Bukan sekadar membangun gedung yang ramah lingkungan, tetapi bagaimana kita membangun budaya kerja yang dimulai dari perubahan perilaku setiap individu berwawasan lingkungan,” jelas Herwyn.

Langkah nyata yang didorong antara lain adalah penghematan energi, pengurangan pemakaian plastik sekali pakai, pengalihan dokumen ke format digital (paperless), serta pembiasaan memilah sampah di area kerja.

Melalui kombinasi budaya hidup sehat dan kepedulian lingkungan ini, Herwyn berharap Bawaslu tidak hanya dipandang sebagai lembaga yang berintegritas dan profesional, tetapi juga dikenal sebagai instansi yang sehat, efisien, hijau, dan berkelanjutan.

Sumber: Bawaslu RI