Lompat ke isi utama

Berita

Herwyn Malonda Dorong ASN Bawaslu Perkuat Budaya Kolaborasi untuk Tingkatkan Kinerja Lembaga

12

Anggota Bawaslu JH Malonda membuka acara Internalisasi Core Values ASN BerAkhlak kepada pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (29/7/2026). Foto: Pemberitaan dan Publikasi Bawaslu RI


 

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda mendorong seluruh ASN di lingkungan Bawaslu untuk membangun budaya kerja yang mengedepankan kolaborasi sebagai upaya memperkuat kinerja organisasi. Menurutnya, pengawasan pemilu tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya kerja sama yang solid antara jajaran internal maupun dukungan dari berbagai pihak terkait.

Herwyn yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat Bawaslu menilai kolaborasi merupakan salah satu prinsip penting dalam penerapan budaya kerja ASN. Ia menegaskan bahwa kemampuan individu, baik dari sisi pengalaman maupun kompetensi, harus tetap didukung dengan kerja bersama agar tugas kelembagaan dapat terlaksana secara efektif.

“Sebagian besar pekerjaan di lembaga ini merupakan kerja kolektif. Karena itu, semangat kolaborasi harus menjadi prioritas, baik antarjajaran Bawaslu maupun bersama para pemangku kepentingan,” ujar Herwyn dalam kegiatan Internalisasi Core Values ASN BerAKHLAK bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (30/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Herwyn juga mengingatkan pentingnya penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK yang mencakup orientasi pelayanan, akuntabilitas, kompetensi, keharmonisan, loyalitas, adaptasi, serta kolaborasi. Ia meminta ASN Bawaslu terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan meningkatkan kapasitas diri agar mampu menghadapi dinamika serta kebutuhan organisasi yang terus berubah.

Ia menjelaskan, bentuk loyalitas ASN bukan hanya kepada pimpinan, melainkan juga kepada demokrasi dan institusi Bawaslu. Karena itu, setiap permasalahan yang muncul di lingkungan kerja harus diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka, santun, dan konstruktif demi menjaga kekompakan organisasi.

“Jika terdapat persoalan, sampaikan dan komunikasikan dengan baik kepada pimpinan. Jangan mengambil langkah yang dapat mengganggu kondisi kelembagaan. Kita semua merupakan bagian dari Bawaslu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Herwyn mengingatkan ASN Bawaslu agar selalu menjaga integritas, netralitas, imparsialitas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap Bawaslu sebagai lembaga pengawas penyelenggaraan pemilu.

Sumber: Bawaslu RI