Hadapi Disinformasi Digital, Bawaslu Tingkatkan Pengawasan Berbasis Teknologi dan Kolaborasi Mahasiswa
|
Bawaslu menegaskan pentingnya modernisasi metode pengawasan pemilu di tengah derasnya arus informasi digital. Dalam acara Bawaslu Campus Connect di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Anggota Bawaslu Puadi menyampaikan bahwa pengawasan konvensional tak lagi cukup untuk membendung ancaman hoaks, deepfake, dan ujaran kebencian yang menyebar secara cepat di media sosial.
Guna merespons tantangan tersebut, Bawaslu mengoptimalkan platform digital seperti Siwaslu, SIPS, dan pemetaan Indeks Kerawanan Pemilu berbasis data untuk memantau pelanggaran secara real-time. Selain itu, Bawaslu menggandeng kalangan mahasiswa sebagai agen literasi digital dan pengawas partisipatif. Rektor UNJ Komarudin menyambut baik kolaborasi ini untuk memperkuat literasi publik dan menciptakan budaya demokrasi yang sehat menjelang Pemilu 2029.
Sumber:Bawaslu Ri