Diskusi Pojok Pengawasan: Bawaslu Provinsi Jawa Barat Dorong Penguatan SDM dan Kolaborasi
|
Bandung — Upaya peningkatan kualitas pengawasan pada masa non-tahapan pemilu terus dilakukan Bawaslu Provinsi Jawa Barat dengan menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) serta perluasan kerja sama strategis. Komitmen tersebut mengemuka dalam Program Pojok Pengawasan Partisipatif ke-3 yang diselenggarakan secara daring pada Rabu (18/2/2026).
Koordinator Divisi SDM dan Organisasi, Fereddy, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas aparatur merupakan fondasi utama profesionalisme lembaga. Ia menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola, pemerataan distribusi SDM, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), guna mendukung kinerja pengawasan yang efektif.
Di sisi lain, Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat, Hj. Nuryamah, menekankan urgensi kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pengawasan partisipatif. Salah satu langkah yang direncanakan adalah menjalin sinergi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat melalui keterlibatan madrasah, pesantren, dan majelis taklim untuk meningkatkan literasi pengawasan sekaligus mendukung pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Zacky Muhammad Zam Zam, menegaskan bahwa penguatan SDM dan kolaborasi bukan sekadar agenda program, melainkan bagian dari komitmen menjaga integritas dan kredibilitas lembaga. Menurutnya, langkah tersebut penting agar Bawaslu tetap hadir sebagai institusi yang profesional, transparan, dan akuntabel, meskipun berada di luar tahapan pemilu.
Kegiatan ini diikuti oleh Ketua dan Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, jajaran sekretariat, serta alumni Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) dan P2P sebagai bagian dari konsolidasi kelembagaan.
Sumber : Bawaslu Jabar