Bukan Pilihan Kedua, Sekjen Bawaslu Sebut Jabatan Fungsional Punya Prospek Karier Menjanjikan
|
JAKARTA – Bawaslu memfasilitasi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya dengan menggelar Klinik Konsultasi Jabatan Fungsional. Forum ini didesain sebagai sarana edukasi interaktif mengenai penjenjangan karier, mekanisme uji kompetensi, tata cara pemenuhan angka kredit, serta aspek administratif lainnya. Acara ini turut mengundang Sekretaris Utama BKN Rahman Hadi dan Analis SDM Aparatur Ahli Madya BKN Ika Meidyawati selaku pemateri ahli.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, menjelaskan bahwa klinik berkonsultasi ini sengaja dibuka lebar untuk menjadi wadah diskusi bagi seluruh pegawai Bawaslu. Ia pun mengimbau para ASN untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan menanyakan langsung kendala karier mereka kepada para narasumber yang kompeten.
"Forum ini memang kami siapkan agar teman-teman di Bawaslu dapat menanyakan apa saja terkait jabatan fungsional, mulai dari uji kompetensi, angka kredit, penjenjangan karier, hingga berbagai hal yang mungkin masih menjadi kendala," ujar Ferdinand saat membuka agenda tersebut secara daring pada Jumat (10/7/2026).
Ferdinand memaparkan bahwa Bawaslu memiliki rumpun jabatan fungsional dengan karakteristik yang khas. Oleh sebab itu, penguatan tata kelola jabatan fungsional menjadi salah satu agenda prioritas guna menyokong efektivitas kerja sekaligus mendukung penataan struktur kelembagaan secara menyeluruh.
Menurut Ferdinand, keberadaan jabatan fungsional bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan struktur organisasi, melainkan juga demi membuka jalur karier yang lebih terukur bagi para ASN. Guna menyelaraskan hal tersebut, Bawaslu tengah menggodok kebijakan peningkatan kapasitas pegawai, salah satunya melalui penyusunan kalender khusus pengembangan karier.
Melalui kalender kerja tersebut, Bawaslu sedang menyusun lini masa pengembangan bagi tiap-tiap jabatan fungsional. Langkah ini dilakukan agar para pegawai mendapatkan kejelasan mengenai tahapan karier mereka, sementara lembaga dapat melakukan kontrol dan penyesuaian program secara berkala.
Ferdinand juga mengajak para pegawai untuk mengubah stigma negatif dan tidak menganggap jabatan fungsional sebagai opsi alternatif dalam berkarier. Ia menegaskan jalur ini sangat potensial dan menarik jika dijalani dengan peningkatan keahlian, konsistensi performa kerja, serta pencapaian target yang jelas.
Ia berharap ruang konsultasi ini benar-benar dioptimalkan oleh seluruh peserta untuk berdiskusi secara dinamis dengan pihak BKN, sehingga setiap hambatan administrasi dan pengembangan karier yang dihadapi selama ini bisa segera menemukan jalan keluar yang tepat.
Sumber: Bawaslu RI