Bawaslu Selenggarakan PKP Gelombang I untuk Mencetak Pemimpin yang Adaptif, Inovatif, dan Berintegritas
|
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Bawaslu menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Gelombang I Tahun 2026 yang diikuti oleh pejabat pengawas dari berbagai daerah. Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan investasi strategis dalam mempersiapkan pemimpin yang adaptif, produktif, inovatif, serta berintegritas guna menghadapi tantangan penyelenggaraan pemilu di masa mendatang.
Saat membuka kegiatan secara daring, Senin (29/6/2026), Bagja menjelaskan bahwa PKP menjadi bagian dari peta jalan pengembangan sumber daya manusia (SDM) Bawaslu untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya bertujuan memenuhi ketentuan regulasi, tetapi juga mencerminkan komitmen Bawaslu dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan agar mampu menjawab kompleksitas pengawasan pemilu.
Bagja menambahkan, penyelenggaraan PKP Tahun 2026 dilaksanakan secara mandiri oleh Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN). Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Bawaslu membangun fondasi menuju akreditasi sebagai lembaga penyelenggara pelatihan yang profesional dan terpercaya.
Ia juga mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan setiap sesi pembelajaran, diskusi kelompok, serta penyusunan aksi perubahan sebagai kesempatan menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan di unit kerja masing-masing. Bagja berharap setiap aksi perubahan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan tata kelola organisasi dan kualitas pelayanan di lingkungan Bawaslu.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, menekankan bahwa pelatihan kepemimpinan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga pada pembentukan kesadaran diri dan kemampuan melakukan evaluasi terhadap diri sendiri. Ia mengingatkan peserta mengenai fenomena Dunning–Kruger effect, yaitu kondisi ketika seseorang dengan pengetahuan yang terbatas justru merasa paling memahami suatu persoalan.
Menurut Ferdinand, melalui pelatihan ini peserta diharapkan mampu mengenali kompetensi diri secara lebih objektif, meningkatkan kualitas dalam mengambil keputusan, serta lebih terbuka terhadap masukan dan evaluasi. Ia juga berharap berbagai inovasi dan aksi perubahan yang dihasilkan selama pelatihan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan tata kelola organisasi, khususnya dalam menyongsong tahapan Pemilu 2027.
Selain itu, Ferdinand mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjaga disiplin selama mengikuti pembelajaran secara daring, baik dalam hal kehadiran, etika digital, maupun partisipasi aktif pada setiap sesi pelatihan.
Sebagai informasi, PKP Tahun 2026 diikuti oleh pejabat pengawas Bawaslu yang terbagi ke dalam sembilan angkatan dan dilaksanakan melalui tiga gelombang. Seluruh proses pembelajaran menggunakan metode distance learning selama 905 jam pelajaran sehingga peserta tetap dapat menjalankan tugas kedinasan bersamaan dengan mengikuti pelatihan.
Pelaksanaan PKP merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil serta Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 6 Tahun 2022 yang mewajibkan pejabat pengawas mengikuti pelatihan kepemimpinan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi aparatur sipil negara.
Sumber : Bawaslu RI