Bawaslu Jabar Tegaskan Kader P2P Ciamis Wajib Beri Kontribusi Nyata
|
Ciamis — Kelulusan peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) bukanlah tolok ukur utama keberhasilan program, melainkan aksi nyata mereka di lapangan. Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Bawaslu Jawa Barat, Nuryamah, saat penutupan P2P di Ciamis, Kamis (16/7/2026).
Nuryamah menjelaskan bahwa pengawasan pemilu terus berjalan meski di luar tahapan pemilu, seperti melalui pendidikan politik dan pemutakhiran data pemilih. Tanpa sosialisasi yang baik dari para kader, publik bisa salah sangka dan menganggap Bawaslu tidak bekerja. Oleh karena itu, para lulusan P2P diharapkan langsung bergerak mengedukasi masyarakat dan mengimplementasikan rencana kerja mereka.
Hingga kini, program SKPP dan P2P telah mencetak 1.975 kader di Jawa Barat, dengan 4 komunitas aktif di Ciamis yang memanfaatkan media sosial untuk edukasi. Meski mengakui menjaga konsistensi kader pascapelatihan menjadi tantangan, Bawaslu siap mendorong penguatan jejaring serta mendokumentasikan praktik-praktik pengawasan terbaik untuk dipublikasikan ke tingkat nasional.
Sumber : Bawaslu Jabar