Bawaslu Jabar dan Pemuda Katolik Jalin Kemitraan Perkuat Pengawasan Partisipatif
|
Cianjur – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat menjalin kerja sama dengan Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Jawa Barat sebagai upaya memperkuat pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif menjelang Pemilu 2029.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemuda Katolik Komda Jawa Barat di Gedung Bale Praja Pemerintah Kabupaten Cianjur, Sabtu (18/7/2026).
Kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua lembaga untuk mengembangkan program pendidikan demokrasi, pemberdayaan generasi muda, serta mendorong meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mengawal setiap tahapan kepemiluan.
Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Zacky Muhammad Zam Zam, menyampaikan bahwa keterlibatan organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam memperkuat kualitas demokrasi. Menurutnya, Pemuda Katolik merupakan salah satu organisasi kepemudaan yang memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam membangun budaya pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
Zacky menilai kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan pemuda, akan mendukung terciptanya proses demokrasi yang lebih transparan, jujur, dan berintegritas. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu memperluas jangkauan pendidikan politik kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Barat, Alfian Syukur, menyambut positif penandatanganan kerja sama tersebut. Ia mengatakan bahwa Rapat Kerja Daerah tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga wadah untuk memperkuat konsolidasi antarkader serta menyusun program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Alfian, kemitraan dengan Bawaslu menjadi peluang bagi kader Pemuda Katolik di berbagai daerah untuk berkontribusi secara aktif dalam pengawasan partisipatif. Organisasinya menyatakan kesiapan mendukung berbagai program Bawaslu, termasuk menggerakkan kader di tingkat daerah untuk ikut mengawal proses demokrasi.
Melalui kerja sama ini, Bawaslu Jawa Barat berharap semakin banyak organisasi kepemudaan yang terlibat dalam pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif. Keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan penyelenggaraan Pemilu 2029 yang semakin berkualitas, inklusif, dan dipercaya publik.
Sumber: Bawaslu Jabar