Bawaslu Evaluasi Pengelolaan SDM untuk Perkuat Kesiapan Hadapi Pemilu 2029 Hadapi Pemilu 2029
|
Jakarta – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mulai mengevaluasi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan dalam menghadapi tahapan Pemilu 2029. Evaluasi tersebut meliputi penataan manajemen kepegawaian, pemerataan distribusi SDM, hingga pengembangan lingkungan kerja yang sehat agar organisasi semakin siap menjalankan fungsi pengawasan pemilu.
Sekretaris Jenderal Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, mengatakan kesiapan menuju Pemilu 2029 tidak hanya berkaitan dengan tahapan penyelenggaraan, tetapi juga kesiapan organisasi secara menyeluruh. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah meningkatnya permintaan mutasi pegawai, yang dinilai perlu dievaluasi agar kebijakan pengelolaan SDM tetap selaras dengan kebutuhan organisasi.
Dalam arahannya pada Rapat Pembinaan dan Evaluasi yang digelar secara daring, Senin (27/7/2026), Ferdinand menyebut Bawaslu telah menyiapkan tiga agenda utama. Ketiga agenda tersebut meliputi pembentukan kondisi kerja mandiri yang baru, penyesuaian terbatas terhadap struktur organisasi dan tata kerja (SOTK), serta pengajuan pembaruan tunjangan kinerja bagi pegawai.
Menurut Ferdinand, pemerataan SDM di seluruh wilayah menjadi aspek penting yang harus dijaga, baik terkait mutasi antarwilayah maupun penerimaan pegawai dari instansi lain. Langkah tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan organisasi sekaligus menjaga kualitas pelaksanaan tugas pengawasan pemilu.
Ia menambahkan, setiap pegawai yang akan bergabung ke lingkungan Bawaslu wajib melalui proses pemetaan dan profiling. Mekanisme tersebut bertujuan memastikan kompetensi serta karakter pegawai sesuai dengan kebutuhan organisasi sehingga mampu mendukung kinerja lembaga secara optimal.
Selain penataan SDM, Bawaslu juga memberikan perhatian terhadap kesehatan mental pegawai. Ferdinand menilai tingginya beban kerja selama tahapan pemilu berpotensi memicu stres apabila tidak diantisipasi dengan baik. Karena itu, pengelolaan lingkungan kerja yang sehat, penerapan pola kerja yang lebih adaptif, serta penguatan budaya kerja menjadi bagian dari strategi memperkuat kelembagaan.
Ia menegaskan, Bawaslu akan mengidentifikasi berbagai risiko yang dapat memengaruhi kondisi psikologis pegawai dan menyiapkan mekanisme untuk meminimalkan dampaknya sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih nyaman dan produktif.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Bawaslu juga tengah merancang mekanisme evaluasi melalui penilaian 360 derajat. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kepemimpinan, memperkuat hubungan kerja antarkaryawan, serta mendorong terbentuknya budaya kerja yang profesional, sehat, dan bebas dari perilaku yang mengganggu kenyamanan di lingkungan kerja.
Jika diperlukan, saya juga dapat menyesuaikan gaya penulisannya agar lebih menyerupai naskah berita media nasional seperti Antara, Kompas, atau siaran pers resmi Bawaslu.
Sumber: Bawaslu RI