Bawaslu Depok dan Kamus Institute Dorong Partisipasi Gen-Z Jaga Integritas Demokrasi
|
Bawaslu Kota Depok bermitra dengan Kamus Institute menggelar agenda konsolidasi demokrasi sebagai wadah edukasi bagi pemilih pemula dan generasi muda. Forum ini menekankan pentingnya pengawasan partisipatif dari masyarakat agar proses politik berjalan jujur, transparan, dan adil, mengingat pengawalan pemilu tidak bisa hanya mengandalkan lembaga formal semata.
Poin-Poin Utama Berita:
- Urgensi Edukasi Sejak Dini: Ketua Bawaslu Kota Depok, M. Fathul Arif, menegaskan bahwa pelajar merupakan calon pemimpin dan pemilih masa depan. Pendidikan politik sejak awal penting dilakukan agar anak muda tak sekadar menggunakan hak pilih, tetapi juga kritis menolak praktik penyelewengan pemilu.
- Demokrasi Sebagai Budaya: Direktur Eksekutif Kamus Institute, Andi Maulana, menyebut pemuda harus diposisikan sebagai subjek aktif. Nilai-nilai demokrasi perlu dihidupkan dalam keseharian—seperti di sekolah dan keluarga—bukan hanya dibahas saat masa kampanye atau pemilu saja.
- Tantangan Era Digital: Arus informasi yang pesat menuntut generasi muda memiliki kecakapan literasi digital dan literasi demokrasi sekaligus. Anak muda dituntut cerdas memilah fakta dari disinformasi agar tidak mudah terprovokasi polarisasi di media sosial.
- Pengawasan Sebagai Bentuk Kepemilikan: Pengawasan partisipatif dipandang bukan sebatas melapor pelanggaran, melainkan bentuk rasa memiliki masyarakat terhadap demokrasi agar tidak melahirkan sikap apatis.
Sumber : DEPOKNETWORK.CO
Tag
Andi Maulana
Bawaslu Kota Depok
Fathul Arif
Headline
Kamus Institute