Bawaslu Ajak Masyarakat Jadikan Ramadan Momentum Menegakkan Keadilan Pemilu
|
Jakarta – Anggota Bawaslu Anggota Bawaslu Totok Haryono, mengajak seluruh jajaran pengawas pemilu dan masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momen untuk memperkuat komitmen dalam menegakkan keadilan pemilu. Ia menegaskan bahwa keadilan tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga keberanian untuk menyuarakan kebenaran meskipun berada di bawah tekanan.
Dalam kegiatan ngabuburit pengawasan yang disiarkan melalui kanal YouTube Bawaslu RI pada Jumat (6/3/2026), Totok menyampaikan bahwa semangat keadilan harus menjadi prinsip utama dalam menjaga integritas demokrasi. Ia juga mencontohkan teladan Rasulullah SAW yang selalu memberikan ruang keadilan bagi siapa pun yang merasa dizalimi, seperti dalam kisah sahabat Sawad bin Ghaziyah, sebagai gambaran kepemimpinan yang adil dan terbuka terhadap koreksi.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa Ramadan bukan alasan untuk bermalas-malasan, melainkan momentum untuk menumbuhkan semangat perjuangan. Hal ini tercermin dari sejarah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang berlangsung di bulan Ramadan, ketika para pejuang tetap berupaya meraih kemerdekaan.
Dalam konteks kelembagaan, Bawaslu menegaskan bahwa meskipun berada di luar tahapan pemilu, pengawasan tetap berjalan melalui penguatan kapasitas, pendidikan politik, serta sosialisasi kepada masyarakat. Bawaslu juga mengingatkan adanya tiga ancaman terhadap demokrasi, yaitu oligarki, otoritarianisme, dan ketidaknetralan aparatur negara.
Melalui refleksi Ramadan ini, Bawaslu mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga nilai keadilan, kejujuran, dan integritas sebagai bagian dari upaya memperkuat demokrasi.
Sumber : Bawaslu RI