Lompat ke isi utama

Berita

Bangun Kompetensi Mandiri, Bawaslu Gembleng Ratusan Pejabat Pengawas Lewat PKP 2026

81

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja saat membuka PKP Gelombang II Tahun 2026 secara daring di Jakarta, Senin (13/7/2026).

JAKARTA – Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, menyatakan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) wajib dimanfaatkan sebagai wadah untuk melahirkan inovasi baru guna memperkokoh tata kelola serta produktivitas lembaga. Ia menilai peningkatan mutu aparatur merupakan faktor penentu agar Bawaslu siap menghadapi tantangan kelembagaan yang kian rumit dan fluktuatif.

Bagja memaparkan bahwa pelatihan kepemimpinan ini mengemban misi yang lebih besar dari sekadar pemenuhan syarat formal penjenjangan karier Aparatur Sipil Negara (ASN). Fokus utamanya adalah mencetak figur pemimpin yang peka dalam mendeteksi masalah di unit kerjanya, mampu merumuskan jalan keluar, serta membawa dampak perubahan yang positif bagi instansi.

Pernyataan tersebut ia sampaikan secara daring saat meresmikan pembukaan PKP Gelombang II Tahun 2026 di Jakarta pada Senin (13/7/2026).

“Kalian yang mengikuti PKP adalah orang-orang terpilih. Buktikan bahwa kalian memang layak, memiliki kapasitas, dan kemampuan. Yang terpenting, hadirkan inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan organisasi dan pekerjaan di unit kerja masing-masing,” tegas Bagja kepada para peserta.

Ia berpesan agar seluruh peserta memandang pelatihan ini sebagai momentum penempaan karakter kepemimpinan, bukan sekadar menggugurkan kewajiban belajar. Lewat rancangan proyek perubahan yang dibuat selama masa diklat, para peserta dituntut jeli melihat persoalan, menyusun solusi praktis, serta melahirkan terobosan yang bisa langsung diimplementasikan di lingkungan kerja.

Bagja juga mewanti-wanti jajarannya untuk menyingkirkan ego sektoral dalam bertugas. Mengingat struktur Bawaslu yang tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia, kerja sama lintas fungsi menjadi syarat mutlak agar program penguatan lembaga bisa berjalan optimal.

Selain itu, ia meminta komitmen peserta untuk tetap disiplin dan menjaga etika profesi selama sesi pembelajaran jarak jauh. Bagja berharap program ini menjadi ruang bertukar pengalaman, memperluas wawasan, sekaligus mempererat relasi antarpegawai demi kemajuan institusi.

Dalam forum yang sama, Sekretaris Jenderal Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, menambahkan bahwa diklat kepemimpinan ini merupakan bentuk investasi jangka panjang. Tujuannya adalah untuk mencetak pejabat pengawas yang responsif, solutif, serta inovatif di tengah dinamisnya konstelasi pengawasan pemilu. Menurut Ferdinand, ASN Bawaslu modern tidak boleh hanya mahir dalam urusan birokrasi administratif, tetapi juga harus bisa memimpin perubahan serta mendongkrak mutu pelayanan publik.

Ferdinand memaparkan bahwa PKP Tahun 2026 merupakan langkah nyata Bawaslu untuk membangun sistem peningkatan keahlian pegawai secara mandiri. Program PKP tahun ini menyerap 360 peserta yang dikelompokkan ke dalam sembilan angkatan melalui tiga gelombang pelatihan. Khusus untuk Gelombang II, metode tatap muka digital (distance learning) diterapkan selama 105 jam pelajaran, sehingga para peserta tetap bisa menuntaskan kewajiban dinas harian sembari mengasah kompetensi mereka.

Sumber: Bawaslu RI