Audiensi dengan Himapol UNAIR, Herwyn Ajak Mahasiswa Kawal Integritas Pemilu
|
Jakarta — Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Herwyn JH Malonda mendorong mahasiswa Ilmu Politik untuk berperan aktif dalam menjaga integritas Pemilu 2029. Ia menilai keterlibatan generasi muda menjadi krusial, terutama dalam menghadapi isu politik uang, polarisasi, serta disinformasi digital yang kerap menyasar kelompok anak muda.
Herwyn menyampaikan bahwa tantangan utama pemilu ke depan bagi generasi muda bukan semata pada aspek teknis, melainkan pada penguatan integritas. Menurutnya, demokrasi yang berkualitas harus dibangun di atas prinsip keadilan, kejujuran, dan integritas yang tidak hanya bersifat prosedural, tetapi juga substantif.
Dalam audiensi bersama mahasiswa Ilmu Politik Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Herwyn menegaskan pentingnya pendekatan edukatif dalam kerja pengawasan pemilu. Upaya pencegahan dan pendidikan politik dinilai perlu berjalan seiring dengan pelibatan masyarakat dan mahasiswa secara partisipatif, serta sikap reflektif dengan belajar dari pengalaman dan evaluasi penyelenggaraan pemilu sebelumnya.
Bawaslu, lanjut Herwyn, membuka ruang seluas-luasnya bagi perguruan tinggi untuk berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai isu kepemiluan dan demokrasi. Kolaborasi dengan kampus dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkaya perspektif kelembagaan melalui masukan dari kalangan akademisi dan mahasiswa.
Ia juga menekankan bahwa mahasiswa Ilmu Politik memiliki peran strategis sebagai calon penggerak dan perancang masa depan demokrasi. Pemilu yang berintegritas, menurutnya, hanya dapat terwujud apabila ditopang oleh masyarakat yang sadar, kritis, dan memiliki komitmen menjaga nilai-nilai demokrasi.
Dalam forum tersebut, mahasiswa terlibat aktif dalam diskusi mengenai penguatan peran mahasiswa dan masyarakat sipil sebagai pengawas partisipatif. Mereka berharap pengawasan pemilu dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen bangsa.
Audiensi ini turut dihadiri Deputi Bidang Administrasi Bawaslu La Bayoni, Kepala Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu Roy Maryuna Siagian, serta Kepala Biro Fasilitasi Pengawasan Pemilu Eliazar Barus.
Sumber : Bawaslu RI