Lompat ke isi utama

Berita

Lolly Dorong Medsos Bawaslu Jadi Ruang Mendengar Masyarakat

1

Anggota Bawaslu Lolly Suhenty dalam Rapat Evaluasi Kebijakan Publikasi dan Strategi Kehumasan di Masa Nontahapan yang dilakukan secara daring oleh Bawaslu Papua, Jumat (2/10/2026).

Jakarta — Anggota Bawaslu Lolly Suhenty meminta media sosial Bawaslu tidak hanya digunakan sebagai sarana menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, media sosial juga perlu dimanfaatkan untuk mendengarkan tanggapan, pertanyaan, masukan, hingga kritik dari publik sebagai bahan evaluasi dan edukasi.

Hal tersebut disampaikan Lolly dalam Rapat Evaluasi Kebijakan Publikasi dan Strategi Kehumasan pada Masa Nontahapan yang digelar secara daring oleh Bawaslu Papua, Jumat (2/10/2026). Ia menilai komunikasi Bawaslu akan lebih efektif jika informasi yang disampaikan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu tersebut mengingatkan jajaran humas agar tidak hanya berfokus pada banyaknya konten yang diproduksi dan dipublikasikan. Berbagai pertanyaan, masukan, dan kritik dari masyarakat dapat menjadi bahan untuk meningkatkan pendidikan politik.

Menurut Lolly, percakapan yang berkembang di ruang publik mengenai Bawaslu dan demokrasi perlu diperhatikan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat. Dari informasi tersebut, Bawaslu dapat menentukan strategi komunikasi yang lebih tepat dan sesuai dengan kondisi publik.

Ia menambahkan bahwa informasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dapat memberikan pengetahuan baru sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam demokrasi.

Dalam konteks Papua, Lolly menyoroti persoalan keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah. Menurutnya, jarak geografis bukan satu-satunya tantangan, tetapi juga bagaimana informasi dapat menjangkau masyarakat hingga ke daerah dan kampung.

Ia menyebut masih ada sekitar 2.000 kampung di Indonesia yang belum mendapatkan akses internet secara optimal dan sebagian besar berada di Papua. Karena itu, strategi komunikasi Bawaslu tidak dapat hanya mengandalkan media digital.

Untuk wilayah dengan konektivitas internet yang baik, kanal digital dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sementara di daerah yang memiliki keterbatasan akses, Bawaslu dapat menggunakan media lokal, radio komunitas, pertemuan langsung dengan masyarakat, serta jaringan pengawasan yang berada paling dekat dengan warga.

Lolly menegaskan, meskipun cara komunikasi dapat berbeda sesuai kondisi daerah, tujuan utama kehumasan tetap sama, yaitu memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap informasi serta memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi.

Sumber: Bawaslu RI

Tag
loly