Dari Kampung Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Depok Ajak GenZ Pahami Politik dan Pemilu Ideal
|
Depok – Kegiatan Kampung Pengawasan Partisipatif melalui Kampung Pancasila menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal lebih jauh dinamika politik dan memahami pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan pemilu yang demokratis. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi Generasi Z untuk menyampaikan pandangan mengenai penyelenggaraan pemilu yang ideal pada masa mendatang.
Melalui kegiatan tersebut, sejumlah peserta dari kalangan Gen Z menyampaikan pandangan dan harapan mereka terhadap proses demokrasi di Indonesia. Salah satunya, Nabila Tunnuriyah, yang menyoroti praktik penyuapan dalam politik sebagai persoalan yang perlu menjadi perhatian. Menurutnya, pemilu ideal harus berlangsung secara jujur dan bebas dari praktik yang berpotensi menguntungkan pihak tertentu dengan cara yang tidak semestinya. Ia berharap pelaksanaan pemilu ke depan dapat berjalan dengan baik tanpa adanya praktik suap yang dapat memengaruhi hasil pemilihan.
Pandangan lainnya disampaikan oleh Rif'ah Najwa Azzahroh yang menekankan pentingnya pelaksanaan pemilu secara efektif dan tidak terburu-buru. Menurutnya, proses pemilu perlu dipersiapkan dengan baik agar setiap tahapan dapat berjalan secara optimal. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya menaruh perhatian pada hasil pemilu, tetapi juga pada proses penyelenggaraannya agar berlangsung secara terencana dan sesuai dengan prinsip demokrasi.
Sementara itu, Alvin Naylan Hamditsany menyoroti persoalan oligarki dan dominasi hubungan kekeluargaan dalam politik. Ia berharap pemilu mendatang dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi persaingan politik yang sehat tanpa dominasi kelompok tertentu maupun praktik politik yang berlandaskan hubungan kekerabatan. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam memahami persoalan politik menjadi penting agar mereka dapat bersikap lebih kritis terhadap dinamika demokrasi di Indonesia.
Selain menjadi sarana edukasi politik, kegiatan Kampung Pengawasan Partisipatif juga mendorong generasi muda untuk berani menyampaikan pendapat dan memahami peran mereka dalam proses demokrasi. Latar belakang pendidikan yang beragam tidak menjadi penghalang bagi peserta untuk mempelajari politik dan berpartisipasi dalam pengawasan pemilu.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Depok diharapkan dapat terus memperkuat kesadaran politik generasi muda sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Keterlibatan Gen Z menjadi salah satu unsur penting dalam membangun demokrasi yang berintegritas, sehingga pemilu tidak hanya menjadi sarana pergantian kepemimpinan, tetapi juga proses yang menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan kepentingan masyarakat.
Penulis : Stella Angeline (Peserta Magang)
Foto : Matheu (Peserta Magang)
Editor : Azis Nur Fadillah