Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jabar Bekali 249 PPPK dengan Penguatan Integritas dan Profesionalisme

123

Peserta Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu se-Jawa Barat mengikuti sesi pembukaan orientasi di Kantor Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Bandung, Selasa (8/7/2026). Kegiatan yang diikuti 249 PPPK ini menjadi bagian dari penguatan integritas, profesionalisme, disiplin, dan kompetensi aparatur dalam mendukung pengawasan pemilu.

Bandung – Bawaslu Provinsi Jawa Barat menggelar orientasi bagi 249 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang berlangsung pada 8–29 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan membentuk aparatur yang berintegritas, profesional, dan siap mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu di seluruh wilayah Jawa Barat.

Orientasi dilaksanakan secara serentak di tingkat provinsi maupun seluruh Bawaslu kabupaten dan kota. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia, mengingat keberhasilan pengawasan pemilu tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada kualitas aparatur yang menjalankan tugasnya.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, H. Zacky Muhammad Zam Zam, menegaskan bahwa perubahan status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) harus diikuti dengan perubahan pola pikir, sikap, dan tanggung jawab sebagai pelayan publik. Menurutnya, setiap pegawai harus mampu menjaga etika, profesionalisme, dan kepercayaan masyarakat karena menjadi representasi dari lembaga Bawaslu.

Zacky juga mengingatkan agar peningkatan kesejahteraan yang diterima aparatur tidak disalahgunakan untuk aktivitas yang bertentangan dengan nilai-nilai integritas, seperti praktik judi daring maupun perilaku lain yang dapat merusak citra lembaga. Ia mendorong seluruh peserta untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga amanah, serta mempersiapkan diri menghadapi jenjang karier berikutnya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Widodo Wuryanto, menjelaskan bahwa sekretariat memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran tugas pengawasan melalui pengelolaan administrasi, keuangan, sumber daya manusia, layanan hukum, dan berbagai fungsi kelembagaan lainnya.

Menurutnya, kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh aturan yang baik, tetapi juga oleh aparatur yang memiliki integritas, profesionalisme, dan rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Selama orientasi, para peserta memperoleh pembekalan mengenai penguatan kompetensi, disiplin kerja, budaya organisasi, serta nilai-nilai dasar ASN sebagai bekal menghadapi tahapan kepemiluan yang akan datang.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Provinsi Jawa Barat berharap seluruh PPPK mampu menjadi aparatur yang adaptif, berintegritas, dan akuntabel sehingga dapat memberikan dukungan optimal terhadap penyelenggaraan pengawasan pemilu sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Bawaslu.

Sumber : Bawaslu Jabar

Tag
Bawaslu Jabar
PPPK Bawaslu
Orientasi PPPK
ASN Bawaslu
Integritas ASN
Pengawasan Pemilu
Demokrasi Indonesia