Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu dan Warga Muda Diskusikan Peran Gen Z dalam Pengawasan Pemilu

dgs

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja (kedua dari kanan) saat menerima audiensi perkumpulan warga muda di kantor Bawaslu, Selasa (10/2/2026).

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Bawaslu menerima audiensi dari Perkumpulan Warga Muda dalam sebuah forum diskusi yang membahas proyeksi peran generasi muda pada Pemilu 2029. Pertemuan ini menekankan pentingnya penguatan literasi politik dan kesadaran demokrasi di kalangan Generasi Z agar tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga turut menjaga integritas pemilu di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui pemberian pemahaman kepada pemilih muda mengenai pentingnya pengawasan di TPS. Ia berharap generasi muda datang ke TPS dengan bekal pengetahuan yang memadai, termasuk pemahaman mengenai partai politik dan kandidat yang akan dipilih.

Seiring pesatnya perkembangan media sosial, Bagja juga menyoroti urgensi pendidikan politik bagi generasi muda untuk menekan penyebaran hoaks dan disinformasi terkait isu politik dan kepemiluan. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan evaluasi Pemilu 2024, penanganan isu media sosial menunjukkan kemajuan dibandingkan Pemilu 2019, terutama melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kerja sama lintas pihak.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu Yusti Erlina menekankan perlunya pendekatan khusus yang disesuaikan dengan karakter Generasi Z. Menurutnya, penyelenggara pemilu menghadapi tantangan untuk merancang materi pendidikan politik yang relevan dan berdampak bagi generasi pemilih masa depan, terutama menjelang tahapan pemilu sebelum tahun 2027.

Yusti juga membagikan pengalamannya dalam pengawasan pemilu di luar negeri, yang menunjukkan bahwa kesadaran demokrasi generasi muda di beberapa negara lebih kuat daripada sekadar partisipasi elektoral. Ia menilai bahwa di Indonesia, meskipun program partisipasi masyarakat dalam pengawasan telah berjalan, pemahaman pemilih mengenai makna dan dampak suara mereka masih perlu diperkuat.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perkumpulan Warga Muda, I Putu Arya Aditia, berpandangan bahwa demokrasi seharusnya tumbuh di ruang-ruang percakapan komunitas dan tidak berhenti di bilik suara. Ia menilai Bawaslu memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi lembaga yang lebih dekat dengan warga dan responsif terhadap dinamika masyarakat.

Melalui diskusi ini, Bawaslu dan Perkumpulan Warga Muda berharap kolaborasi dengan elemen generasi muda dapat memperkuat optimisme terhadap masa depan demokrasi Indonesia, dengan dukungan warga yang peduli serta lembaga yang terbuka dan siap mendengar aspirasi publik.

Sumber : Bawaslu RI

Tag
Gen Z
Pengawas Partisipatif